
SRAGEN, SMSISRAGEN.COM – PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun menyiapkan sedikitnya 1.000 pesilat untuk mengikuti Karnaval Pendekar dalam rangkaian Festival Pendekar Nusantara 2026, Sabtu (24/10/2026) sore. Jumlah peserta diperkirakan bisa lebih banyak karena setiap ranting diminta mengirimkan minimal 50 orang.
Ketua PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto, mengatakan instruksi tersebut telah disampaikan kepada 20 ranting PSHT yang tersebar di Kabupaten Sragen. Peserta berasal dari unsur siswa, warga, dan Pamter atau petugas pengamanan internal organisasi.
“Ya, setiap ranting minimal 50 orang. Maksimalnya tidak terbatas. Kemungkinan di atas 1.000 orang yang bakal hadir,” kata Sunanto saat ditemui wartawan di Sragen, Kamis (22/10/2026) sore.
Menurut Sunanto, para peserta akan mengenakan pakaian resmi PSHT. Sementara itu, untuk kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), pihaknya menyiapkan 30 orang. Ia menegaskan PSHT mengikuti konsep karnaval yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sragen sebagai penyelenggara.
Sunanto menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan festival yang melibatkan 17 perguruan pencak silat tersebut. Ia menilai kegiatan itu menjadi ruang bagi para pesilat untuk berpartisipasi dalam agenda daerah sekaligus memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat.
“Saya sebagai pesilat merasa terjunjung dengan adanya Festival Pendekar. Ini wujud perhatian Pemkab Sragen kepada para pesilat Sragen,” ujarnya.
Selain mengikuti karnaval, PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun juga menyiapkan dua stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Stan tersebut akan menjual atribut pencak silat dan perlengkapan yang berkaitan dengan PSHT.
Terkait potensi gesekan di tengah keterlibatan berbagai perguruan silat, Sunanto menyatakan tidak terlalu khawatir. Ia menilai setiap perguruan memiliki mekanisme pengamanan internal yang dapat membantu menjaga ketertiban selama kegiatan.
Di internal PSHT, Pamter akan dilibatkan untuk membantu memberikan rasa aman dan nyaman. Meski demikian, pengamanan acara tetap menjadi tanggung jawab penyelenggara dan pihak berwenang sesuai tugas masing-masing.
Sunanto juga menyebut Festival Pendekar Nusantara sebagai kegiatan yang baru pertama kali digelar di Sragen. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap keberadaan pesilat dan perkembangan pencak silat di daerah.
Di luar persiapan festival, Sunanto mengungkapkan rencana pembangunan padepokan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun dengan ukuran 22 x 82 meter. Ia berharap padepokan tersebut nantinya menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Tengah.
Sunanto menyampaikan rencana itu sebagai bagian dari pengembangan organisasi di tingkat cabang. Namun, realisasi pembangunan tetap bergantung pada proses persiapan dan pelaksanaan yang dilakukan pihak organisasi.
Melalui partisipasi dalam festival, PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun berharap dapat mendukung agenda pemerintah daerah sekaligus memperkuat kegiatan pencak silat di Kabupaten Sragen.
